B-CORNERZ
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Biar Tak Asal Meniru EmptyWed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Biar Tak Asal Meniru EmptyTue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Biar Tak Asal Meniru EmptySat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Biar Tak Asal Meniru EmptyMon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Biar Tak Asal Meniru EmptyFri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Biar Tak Asal Meniru EmptyFri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Biar Tak Asal Meniru EmptyMon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Biar Tak Asal Meniru EmptyMon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Biar Tak Asal Meniru EmptyMon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Biar Tak Asal Meniru

Go down

Biar Tak Asal Meniru Empty Biar Tak Asal Meniru

Post  shema Fri Jul 06, 2012 10:33 am

Biar Tak Asal Meniru N6akiddosk50
Dalam kehidupan sehari-hari banyak orangtua dibuat pusing tujuh keliling oleh si 6-12 tahun. Pengaruh lingkungan yang begitu kuat membuatnya terseret hal-hal yang tidak diinginkan, seperti: dari teman-temannya ia belajar bicara kasar atau mengumpat, main sampai lupa waktu, malas mandi, tidak mau belajar, main games online di warnet, bahkan ada yang terjebak perkelahian antarteman.

Psikolog Nitrafitri Trianisa, Psi dari Lentera Insan, Depok menjelaskan di usia sekolah, anak-anak memang masih suka meniru tanpa berpikir panjang apakah perilaku yang mereka lakukan itu baik atau buruk untuk dirinya.

Di usia ini apa yang menurut mereka mudah dan enak untuk dilakukan, itulah yang mereka kerjakan. Apalagi kalau di rumah, anak tidak ditanamkan nilai-nilai positif oleh orangtua, lebih mudah baginya terseret pengaruh negatif. Nah, agar si usia sekolah tidak asal meniru, orangtua dapat melakukan hal-hal berikut ini:

* Selalu menanamkan nilai-nilai positif sedini mungkin. Penanaman nilai-nilai positif juga harus diikuti dengan pembiasaan yang dilakukan orangtua. Misal, berkata sopan pada siapa saja terutama orang yang lebih tua tanpa memandang status sosialnya. Bila kebiasaan ini telah tertanam kuat, akan terbawa sampai kapan pun, sekalipun lingkungan memengaruhi untuk berkata kasar atau mengumpat.

* Selalu berkomunikasi dengan anak. Komunikasi yang lancar antara orangtua dan anak juga menjadi media efektif untuk menghalangi derasnya pengaruh negatif dari lingkungan. Usahakan komunikasi dengan pihak sekolah juga lancar. Jadi sekiranya orangtua tahu kalau si A teman sekolah anak yang mengajari teman-temannya berkata kasar atau mengumpat atau menyontek, bisa dilaporkan pada guru kelas untuk diambil tindakan.

* Selalu mengingatkan adanya batasan. Pembatasan bukan berarti melarang sama sekali. Pembatasan di sini artinya, anak boleh bermain dengan siapa saja tapi ada aturan mainnya. Misal, batasan berapa lama ia boleh bermain dengan teman-temannya di luar sana, atau sekiranya teman mainnya ini sudah terbukti memberi pengaruh negatif karena suka membolos, orangtua bisa memberikan batasan yang wajar.

Nakita

shema

Jumlah posting : 118
Join date : 2010-05-25

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum