B-CORNERZ
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyWed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyTue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptySat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyMon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyFri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyFri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyMon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyMon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Cara Tepat Menyimpan ASI Perah EmptyMon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Cara Tepat Menyimpan ASI Perah

Go down

Cara Tepat Menyimpan ASI Perah Empty Cara Tepat Menyimpan ASI Perah

Post  pitio Wed Feb 27, 2013 9:33 pm

Cara Tepat Menyimpan ASI Perah 2236253p

Ketika cuti melahirkan sudah habis, ibu bekerja harus kembali ke kantor dan meninggalkan si kecil di rumah. Akan tetapi karena masih menyusui, satu-satunya cara untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah membuat stok ASI dengan memerasnya. Nah, yang perlu Anda perhatikan kemudian adalah di mana Anda harus menyimpan ASI perah ini.

Karena ASI tidak disimpan pada "tempat" yang sebenarnya, Anda harus memastikan ASI tetap terjaga kesegarannya dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Selalu cuci tangan dan kuku lebih dulu sebelum memerah ASI. Saat memerah ASI, pastikan Anda menggunakan wadah yang bersih (higienis), terutama jika Anda memerah secara manual dengan tangan. Tetapi jika menggunakan pompa ASI, umumnya wadah higienis ini sudah tersedia.
2. Perhatikan waktu memerah ASI. Setelah diperah, ASI hanya bisa bertahan selama enam jam saja. Jika tak disusukan dalam waktu enam jam, sebaiknya masukkan ke dalam lemari es.
3. ASI perasan harus dijaga agar tetap dingin, bahkan ketika dibawa bepergian. Gunakan saja termos es yang berisi es batu atau tas kecil yang khusus untuk menjaga kondisi tetap dingin (tas es krim).
4. Jika tak disusukan dalam waktu 48 jam sejak dipompa, ASI perasan harus dibekukan. Namun bekukan secara bertahap, awali dengan mendinginkan ASI dalam lemari es kemudian bekukan dalam freezer.
5. Jangan mencampur ASI hasil perasan yang baru dengan yang lama.
6. Cantumkan label yang berisi tanggal dan jam pemompaan pada ASI yang dibekukan. Bila akan digunakan, hangatkan terlebih dulu. Namun jangan panaskan ASI dalam microwave. Keluarkan ASI beku dari freezer ke pendingin sampai mencair, kemudian keluarkan dari pendingin dan biarkan sampai mencapai suhu ruang. Setelah itu baru dihangatkan. Cara ini akan membantu menjaga kualitas ASI agar tak rusak karena perubahan suhu yang terlalu ekstrim.
7. Hangatkan ASI perahan dengan cara mengaliri botol susu dengan air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran atau teko. Cara lain untuk menghangatkannya adalah merendam botol ASI dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas.
8. Teteskan ASI yang sudah dihangatkan pada tangan untuk mengecek suhu ASI sebelum disusukan ke bayi. Suhu ASI tidak boleh lebih hangat dibanding suhu tubuh.

Sumber: Buku Panduan Praktis Perawatan Ibu dan Bayi dari Johnson's Baby

pitio

Jumlah posting : 19
Join date : 2012-12-01

Back to top Go down

Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum