B-CORNERZ
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyWed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyTue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptySat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyMon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyFri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyFri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyMon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyMon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" EmptyMon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying"

Go down

3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" Empty 3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying"

Post  marina Tue Nov 06, 2012 8:45 pm

3 Cara Cegah Anak Jadi Korban "Bullying" 14183510
Kasus bullying masih kerap terjadi di Indonesia. Psikolog Roslina Verauli, MPsi, mengungkapkan bullying adalah tindakan negatif, baik berupa tindakan fisik atau verbal, yang dilakukan pada orang yang dianggap lemah sehingga menyebabkan tekanan fisik atau mental.

"Anak-anak yang sering di-bully adalah anak yang cenderung minder, tidak punya teman dan pendiam," ungkap Roslina kepada Kompas Female, saat peluncuran produk kecantikan perempuan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ia menambahkan, peran aktif orang tua diperlukan untuk meminimalisasi terjadinya bullying anak. Roslina lalu membagi tips untuk memperkecil risiko ancaman bullying pada anak:

1. Ajarkan anak mengungkapkan ketidaknyamanannya
Menurut Roslina, orang tua sering lupa mengajarkan anak agar berani mengungkapkan perasaan ketika merasa tak nyaman atau diperlakukan tak adil. Misal, ketika ada seseorang yang meludah di dekatnya, ajarkan anak untuk menegur orang itu dengan cara yang sopan.

Senada dengan Roslina, psikolog seksual Zoya Amirin juga pernah mengungkapkan pentingnya hal ini. "Ini juga bisa membantu anak perempuan terhindar dari pelecehan seksual yang mungkin dialami," ujar Zoya kepada Kompas Female, saat kampanye anti-trafficking.

2. Ajar anak bergaul
Salah satu penyebab bullying adalah ketidakmampuan anak untuk memiliki banyak teman, sehingga lebih senang menyendiri. Tipe anak seperti ini cenderung dianggap lemah sehingga mudah ditindas. Kenali penyebab mengapa anak gemar menyendiri, lalu bantu mereka untuk bisa memiliki banyak teman.

3. Perbaiki konsep mengasuh anak
Ketika anak mengalami bullying, jangan buru-buru menyalahkan anak karena tidak bisa melawan. Bisa jadi Anda lah penyebab anak tak berani melawan. "Pola pengasuhan yang salah juga bisa membuat anak bermental lemah dan penakut," jelasnya. Lemahnya mental anak bisa jadi karena Anda menerapkan pola asuh yang terlalu memanjakan dan membatasi kebebasan mereka.

Solusinya, coba berikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan semua kemampuannya supaya anak merasa hebat. Selain itu jangan selalu menyalahkan anak atas kondisi yang dialaminya, karena hanya akan membuat anak depresi.

kompas
marina
marina

Jumlah posting : 224
Join date : 2010-03-31

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum